Untuk Sahabatku yang berbunga-bunga di hatinya. Entah apa yang aku rasakan selama ini? Selama kau menjalin hubungan dengan sang pujaan mu, Ya, dia lebih sering kau puja dari pada aku. Bukan aku cemburu, mungkin aku takut untuk kehilangan sahabat seperti kamu. Dulu kita pernah buat janji, entah kau masih ingat janji tiga sahabat itu? Atau kau melupakannya?
Hari ini ya, tepatnya hari ini. aku diam melihatmu pergi dengannya, entah apa yang aku rasakan aku pun bingung kawan. Ada sedih dan senang. Senang sekali bisa melihatmu bahagia dengannya, sekarang kau berada di sisinya, menjadi pusat perhatiannya dan keluarganya, sekarang kau tak perlu lagi bingung mencari orang untuk berada di dekatmu. Pergilah dengannya kelak kau akan bahagia, seseorang yang telah lama kau idamkan itu. Sungguh berat cobaan yang kau hadapi kawan, tak henti2nya kau jatuhkan air mata di pipimu untuk menunggu kepastian Rabbmu tentang ikhwan yang kau sayangi dengan sepenuh hati. Ikhwan yang kelak akan melindungimu. Sedangkan aku? Aku hanya teman biasa, tak banyak waktu yang bisa aku luangkan untukmu, tak banyak kata yang bisa aku katakan kepadamu, tak banyak harta yang bisa aku berikan kepadamu, dan seseorang yang sekarang berada di sampingmu, sungguh sangatlah baik untukmu. Sungguh jika aku bisa memilih, aku pingin untuk meninggalkanmu, aku tidak ingin mengganggu perasaanmu sekarang ini yang senang bersama kasih sayangnya. Aku tak mau merusaknya kawan. Kelak jika kau butuh aku tak akan ku beratkan kaki yang melangkah untuk berada di sampingmu lagi. Lagi. . . .Tapi untuk sekarang aku masih meraba kondisiku, aku takut aku kelewatan, aku takut. . Tenanglah ini bukan perpisahan hanya sementara waktu ini kita mesti berbeda arah, ya . . . supaya ku tak mengganggumu . . . :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar