Kamis, 01 September 2011

letter to a person with glasses



   Bila awan hati tak kelabu tak akan ku tulis surat ini untukmu
   Bukanlah aku merayumu tapi inilah perasaan ku padamu

Terkadang aku berpikir jika aku menuruti hawa nafsu maka hari ini juga akan ku katakan "aku Mengagumi mu!!!!". Tapi itu semua mustahil untuk aku lakukan merangkai kata ini pun terasa menulis di atas batu dengan pisau yang ku punya, keras dan tak ada yang batu itu tampakkan tetap saja, pisau itu pun harus ku ganti berkali-kali karena patah, begitu pun aku. Aku tahu bila ku katakan aku Mengagumi mu meski ku jelaskan mengapa, kapan, dimana, bagaimana aku bisa mengagumi mu, kau tetap tidak akan memperdulikannya.

Hari ini kulihat di tempat yang sangat jauh di dalam hati ini, ku tak melihatmu lagi, ku tak bisa ku tak sanggup untuk mengatakannya, bahkan aku tidak mau kau melihat seberapa aku mengagumi mu di akhirat kelak. Wahai sosok yang aku kagumi, mungkin suatu hari nanti aku bisa melupakanmu. Maafkan aku yang tidak bisa mempertahankan perasaan ini, bukan aku menyerah, tapi aku lelah untuk membohongi hatiku sendiri.

Aku iri denganmu.dengan semua orang begitu mudahnya merreka meerangkai kata untuk menyatakan sebuah perasaan. Sedangkan aku??? Aku hanya bisa mengatakan dengan spontan saja tanpa ada basa basi. Aku memanglah tak sempurna, aku tidak kaya, tidak cerdas, dan tidak terlalu agamis. Inilah aku apa adanya. kau boleh menolehnya bahkan mengabaikanku.

Wahai sosok yang aku kagumi. Bila nanti kita bertemu kembali bukan kata-kata yang indah yang akan aku katakan tapi kata-kata perpisahan karena kelak kita akan bertemu dengan sosok yang mengagumi kita dan kita bisa menerima dia apa adanya. . . . 













Tidak ada komentar:

Posting Komentar