Untuk Sahabatku yang berbunga-bunga di hatinya. Entah apa yang aku rasakan selama ini? Selama kau menjalin hubungan dengan sang pujaan mu, Ya, dia lebih sering kau puja dari pada aku. Bukan aku cemburu, mungkin aku takut untuk kehilangan sahabat seperti kamu. Dulu kita pernah buat janji, entah kau masih ingat janji tiga sahabat itu? Atau kau melupakannya?
Hari ini ya, tepatnya hari ini. aku diam melihatmu pergi dengannya, entah apa yang aku rasakan aku pun bingung kawan. Ada sedih dan senang. Senang sekali bisa melihatmu bahagia dengannya, sekarang kau berada di sisinya, menjadi pusat perhatiannya dan keluarganya, sekarang kau tak perlu lagi bingung mencari orang untuk berada di dekatmu. Pergilah dengannya kelak kau akan bahagia, seseorang yang telah lama kau idamkan itu. Sungguh berat cobaan yang kau hadapi kawan, tak henti2nya kau jatuhkan air mata di pipimu untuk menunggu kepastian Rabbmu tentang ikhwan yang kau sayangi dengan sepenuh hati. Ikhwan yang kelak akan melindungimu. Sedangkan aku? Aku hanya teman biasa, tak banyak waktu yang bisa aku luangkan untukmu, tak banyak kata yang bisa aku katakan kepadamu, tak banyak harta yang bisa aku berikan kepadamu, dan seseorang yang sekarang berada di sampingmu, sungguh sangatlah baik untukmu. Sungguh jika aku bisa memilih, aku pingin untuk meninggalkanmu, aku tidak ingin mengganggu perasaanmu sekarang ini yang senang bersama kasih sayangnya. Aku tak mau merusaknya kawan. Kelak jika kau butuh aku tak akan ku beratkan kaki yang melangkah untuk berada di sampingmu lagi. Lagi. . . .Tapi untuk sekarang aku masih meraba kondisiku, aku takut aku kelewatan, aku takut. . Tenanglah ini bukan perpisahan hanya sementara waktu ini kita mesti berbeda arah, ya . . . supaya ku tak mengganggumu . . . :)
Sabtu, 10 September 2011
Minggu, 04 September 2011
Puisi untuk Baba
Dia bukanlah pacarku
Tapi lebih setia dari pacarmu
Dia adalah temanku
Sekaligus sahabatku
Tapi kini usianya tidak muda lagi
Terlalu lama dia bekerja keras
Terlalu letih dia mencari nafkah
Dari dulu hingga sekarang
Semangatnya tidak akan bisa kau hapus
Bahkan dengan apapun
Baba...
Jika ku sudah besar
Jangan kau memikirkanku lagi
Karena kelak,
Aku yang akan memikirkanmu
Kaulah babaku...
Dia bukanlah pacarku
Tapi lebih setia dari pacarmu
Dia adalah temanku
Sekaligus sahabatku
Tapi kini usianya tidak muda lagi
Terlalu lama dia bekerja keras
Terlalu letih dia mencari nafkah
Dari dulu hingga sekarang
Semangatnya tidak akan bisa kau hapus
Bahkan dengan apapun
Baba...
Jika ku sudah besar
Jangan kau memikirkanku lagi
Karena kelak,
Aku yang akan memikirkanmu
Kaulah babaku...
Kamis, 01 September 2011
letter to a person with glasses
Bila awan hati tak kelabu tak akan ku tulis surat ini untukmu
Bukanlah aku merayumu tapi inilah perasaan ku padamu
Terkadang aku berpikir jika aku menuruti hawa nafsu maka hari ini juga akan ku katakan "aku Mengagumi mu!!!!". Tapi itu semua mustahil untuk aku lakukan merangkai kata ini pun terasa menulis di atas batu dengan pisau yang ku punya, keras dan tak ada yang batu itu tampakkan tetap saja, pisau itu pun harus ku ganti berkali-kali karena patah, begitu pun aku. Aku tahu bila ku katakan aku Mengagumi mu meski ku jelaskan mengapa, kapan, dimana, bagaimana aku bisa mengagumi mu, kau tetap tidak akan memperdulikannya.
Hari ini kulihat di tempat yang sangat jauh di dalam hati ini, ku tak melihatmu lagi, ku tak bisa ku tak sanggup untuk mengatakannya, bahkan aku tidak mau kau melihat seberapa aku mengagumi mu di akhirat kelak. Wahai sosok yang aku kagumi, mungkin suatu hari nanti aku bisa melupakanmu. Maafkan aku yang tidak bisa mempertahankan perasaan ini, bukan aku menyerah, tapi aku lelah untuk membohongi hatiku sendiri.
Aku iri denganmu.dengan semua orang begitu mudahnya merreka meerangkai kata untuk menyatakan sebuah perasaan. Sedangkan aku??? Aku hanya bisa mengatakan dengan spontan saja tanpa ada basa basi. Aku memanglah tak sempurna, aku tidak kaya, tidak cerdas, dan tidak terlalu agamis. Inilah aku apa adanya. kau boleh menolehnya bahkan mengabaikanku.
Wahai sosok yang aku kagumi. Bila nanti kita bertemu kembali bukan kata-kata yang indah yang akan aku katakan tapi kata-kata perpisahan karena kelak kita akan bertemu dengan sosok yang mengagumi kita dan kita bisa menerima dia apa adanya. . . .
Langganan:
Komentar (Atom)